Window of The World [China]




Kalau sudah nyampe Hong Kong, rasanya ada yang kurang lengkap kalau nggak mampir piknik ke Shenzhen - China. 
Ngapain ke Shenzhen? Salah satunya saya mau lihat tempat wisata yang palsu-palsu di Window of The World [世界之窗]. hihihi



Sempet deg-degan juga pas mau bikin Visa On Arrival (VOA) ke Shenzhen Special Economic Zone, berharap lancar dan loketnya nggak tutup. Alhamdulillah ternyata loketnya buka dan prosesnya mudah + cepat.
Kalau mau tau gimana cara mengurus VOA ke Shenzhen Special Economic Zone, bisa dibaca di sini.

Setelah ngurus VOA dan lolos imigrasi masuk Shenzhen, kelularlah dari gedung imigrasi trus nyeberang menuju Metro Luohu Station. Kalo bingung, ikuti papan petunjuk arah aja ya, soalnya kalo nanya ke orang ribet, pada nggak ngerti bahasa Inggris, kecuali kalo kamu bisa bahasa Cina. hehehe


Setasiun Metro Luohu

Sesampainya di setasiun metro Luohu, cari mesin penjual tiket sekali jalan, letaknya di dekat pintu A. Pilihan bahasa Inggris ada di sebelah kanan layar.
Pilih tujuan ke Window of The World (WOW), tarifnya 5 RMB. Masukin uangnya (kalau nggak salah hanya menerima hanya uang pecahan kecil 1 RMB atau 5 RMB aja, kalau nggak punya pecahan kecil, kamu bisa tukar ke mbak-mbak yang jaga di loket sebelum masuk pemeriksaan X-ray). Setelah transaksi berhasil, akan keluar tiketnya yang berbentuk koin plastik, seperti tiket monorel di Kuala Lumpur.


Mesin Pembelian Tiket Metro
Setelah dapat tiket, masuklah kita ke pemeriksaan X-ray mirip di bandara, trus tempelkan koin plastik tadi ke reader palang otomatis  dan menuju ke platform kereta tujuan WOW. 
Koinnya disimpen ya, nanti pas keluar setasiun metro, masukkan koinnya ke slot koin di palang otomatis di pintu keluar.

Kalau kamu berangkat pagi, kereta agak lengang, bisa dapet tempat duduk sambil nyiapin tenaga keliling wahana di WOW, soalnya tempat ini luas byanget (48 hektar) dan lumayan bikin kaki pegel linu dan badan lemah letih lesu. 
Perjalanan dari setasiun Luohu ke WOW sekitar 30 menit.
Setelah sampai, keluarlah kita dari setasiun WOW, keluar lewat pintu J. Ada petunjukknya gede banget di dinding.




Nah nanti kita akan keluar dari dalam piramid biru itu tuh....
Dari sini mulailah kita melihat yang palsu-palsu made in China. hihihi

Jangan lupa menuju loket untuk membeli tiket seharga 180 RMB, lumayan mihil.
Tiket Masuk Window of The World

Di dekat pintu masuk ada leaflet yang berisi peta WOW. 
WOW ini dibagi menjadi 8 bagian yang penuh kepalsuan, yaitu: 
World Plaza --> Plaza yang berada di bagian depan, ada air mancur dan panggung hiburan yang beraksi malam hari jam 19.30.  
Distrik Asia --> Ada miniatur Candi Borobudur. 
Distrik Australia--> Ada miniatur Sydney Opera House.
Distrik Eropa --> Ada menara Eiffel & Arc de Triomphe palsu, windmollen lengkap dengan tulip palsu juga ada.
Distrik Afrika --> Ada piramid Mesir palsu lengkap dengan ontanya. Ontanya asli, bisa dinaikin trus foto.
Distrik Amerika  --> ada miniatur Patung Liberty
Taman dengan hiasan patung-patung --> bisa buat ngaso sambil ngemil chiki
International Street  --> jalan dan bangunan-bangunan khas Eropa, lucu buat foto-foto yang instagramable. Letaknya paling terakhir dekat pintu keluar. Jadi simpan tenaga buat sampai ke sini.

Kalau nggak mau gempor keliling WOW, bisa naik monorel seharga 20 RMB atau naik odong-odong semacam mobil golf gitu per jam 90 RMB muat buat berdua.
Saya sih milih bergempor-gempor ria, mumpung cuaca saat itu masih musim semi masih agak dingin meski ada matahari.


---------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Window of The World 
buka setiap hari mulai jam 9 pagi dan tutup jam 22.30.



Tips Jagungmanis:
- Pakailah sepatu flat yang nyaman untuk berjalan kaki. Tinggalkan dulu sepatu gaya berheels menjulang.
- Jangan lupa bawa bekal makanan dan air minum yang banyak, terutama bagi muslim.
- Kalau cuaca panas, jangan lupa pakai sunblock dan payung.


Kondisi Februari 2016


4 comments:

  1. masin pembelian tiket metronya canggih amat ya mba kayaknya :|

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sebenernya biasa aja sih, mbak. Cuma di Indonesia belum ada sih ya.. hihihi
      Cara kerjanya mirip mesin yang jualan minuman yang di bandara itu lho, mbak. Masukin uang, pilih minuman yang mau dibeli, trus keluar deh minumannya.

      Mungkin nanti kalau MRT Jakarta sudah beroperasi, mesin tiketnya seperti itu juga.

      Delete
  2. Mbak aku boleh ga minta kontak,mau tanya tentang travelling mbak makasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. via e-mail aja ya, Binta.
      sup[underscore]jagungmanis[at]yahoo[dot]com.

      Delete

Silahkan tinggalkan komentar :)

NO SPAM! NO SARA!